tunggu sebentar ya kk...
search
Tangerang

IBC Unlocked

Pada hari kemerdekaan RI tahun ini, saya berkesempatan meliput sebuah acara pertandingan olah raga bela diri Brazilian Jiu Jitsu (BJJ) eksklusif bernama Indonesian Badass Championship (IBC) Unlocked.

BJJ merupakan olah raga bela diri yang mengutamakan serangan berupa kuncian sehingga olah raga ini termasuk kategori grappling.

Kebetulan saya juga menggeluti olah raga BJJ ini dalam beberapa bulan terakhir sehingga saya relatif familiar dengan gerakan-gerakan dasar dalam olah raga tersebut.

Hal tersebut menguntungkan saya ketika memotret karena saya dapat mengantisipasi momen gerakan-gerakan petarung dengan lebih baik meskipun saya belum pernah memotret acara serupa sebelumnya.

Terima kasih kepada pelatih saya, Max “Ombak” Metino, yang memperkenalkan saya kepada penyelenggara acara IBC, bro Andy Konniwen. Sungguh sebuah kesempatan berharga bagi saya untuk dapat menjadi bagian dari acara berkelas ini.

 

Tahap Persiapan

Saya mencari tahu gambaran lokasi serta rundown acara IBC melalui internet. Saya temukan laman Facebook IBC sehari sebelum acara berlangsung. Dari foto-foto arena yang diunggah di laman Facebook IBC tersebut, saya bisa mendapatkan gambaran lokasi pemotretannya tanpa harus mensurvei langsung tempatnya.

Pada hari H, saya tiba di lokasi jam 7 pagi. Tidak disangka, saya yang awalnya dijanjikan akses reguler ternyata diberikan akses VIP (yeay!) oleh bro Andy. Saya juga diberikan kebebasan untuk bergerak di sekitar arena. What a privilege!

Acara baru akan dimulai pada jam 11:00 siang. Saya memiliki banyak waktu untuk mempelajari kondisi lapangan dan pencahayaan. Selain itu, saya juga iseng memotret hal-hal menarik yang saya lihat di sekitar lokasi. Contohnya ada anak kecil di tepi kolam renang yang tampaknya ragu untuk masuk ke dalam kolam meskipun sudah memakai ban renang. Ada juga staff EO yang sedang memanjat pinang eh, tiang untuk membetulkan posisi lampu.

Saya juga berkenalan dengan beberapa kru EO di sana. Kami berdiskusi tentang teknis pengambilan gambar seperti berapa orang dari pihak EO yang bertugas mengambil gambar, di titik mana saja mereka diposisikan, dll. Hal ini membantu saya untuk memosisikan diri supaya ketika pemotretan berlangsung, saya nantinya tidak terlalu banyak mengganggu kerja mereka.

 

Tahap Pemotretan

Sepanjang pertandingan, saya lebih banyak menghabiskan waktu berdiri di satu titik pemotretan. Titik pemotretan yang saya pilih relatif dekat dengan arena dan lebih tinggi dari lantai.

Saya menggunakan lensa telefoto pada kamera format APS-C. Kamera saya pasang di atas tongsis yang saya jadikan monopod. Tongsis saya tumpu pada tas kamera saya supaya tinggi kameranya kurang lebih sejajar dengan mata saya.

Saya menggunakan setelan berikut:

  • Mode: shutter speed priority (Tv) 1/200 detik
  • ISO: Auto maksimal di 3200
  • Metering: Partial
  • Format: RAW+JPEG
  • AF Point: 5 Zones

Mode Tv memungkinkan saya untuk membekukan gerakan yang relatif cepat dari para petarung.

ISO saya set ke auto supaya gambar yang dihasilkan memiliki eksposur yang pas pada kecepatan rana 1/200 detik.

Metering saya set partial karena kondisi back lighting dan supaya cahaya lebih dramatis (petarung eksposurnya pas, penonton eksposurnya gelap).

Format gambar saya atur pada RAW+JPEG supaya saya nantinya pada tahap olah digital, saya dapat mengembalikan warna foto yang kebiruan akibat efek lampu menjadi warna aslinya.

Khusus pertandingan antara Fransino Tirta dan Herbert Burns, saya mengambil JPEG saja supaya buffer kamera saya cukup untuk menangkap semua momen penting pertandingan tersebut.

Auto Focus point saya set ke mode 5 zona dan umumnya hanya saya gunakan 3 zona saja (kiri, tengah, kanan) dari 19 titik AF yang tersedia di kamera saya. Hal ini untuk mempercepat saya memindahkan titik fokus ketika aksi petarungan berlangsung.

Kendala yang saya hadapi dalam proses pemotretan antara lain:

  • Sumber pencahayaan LED yang cenderung berwarna biru dari sisi depan dan belakang arena, ditambah sumber pencahayaan lain yang berwarna kuning dari sisi kiri dan kanan arena.
  • Wasit yang menghalangi pandangan.
  • Para petarung berpaling ke sisi lain arena atau tidak menghadap kamera.

Pencahayaan yang didominasi warna biru dan kombinasi warna kuning membuat proses pengembalian warna kulit petarung pada tahap olah digital relatif lebih sulit dilakukan. Hal ini membuat berkurangnya konsistensi pewarnaan antara foto satu dengan lainnya, bahkan dalam satu pertandingan yang sama.

Jika saya merasa proses pengembalian warna suatu foto hasilnya tidak memuaskan, saya mengubah fotonya menjadi hitam putih.

Wasit terkadang menghalangi pandangan saya. Namun saya mudah mengatasi hal ini dengan berpindah tempat beberapa langkah ke samping.

Ketika para petarung menghadap ke sisi lain arena untuk jangka waktu tertentu, saya meninggalkan tempat saya untuk mendekat ke sisi lain arena. Tak jarang ketika saya sudah sampai di sisi lain arena, para petarung malah berbalik menghadap sisi lainnya lagi. Jadi saya ikutan olah raga deh lari-larian keliling arena..

 

 

Tahap Olah Digital

 

Untuk mengembalikan warna asli dari foto yang kebiruan, saya hanya menggunakan adjustment layer Level. Kunci perbaikan warnanya ada pada channel Blue. Dengan menggeser-geser slider di channel Blue dari adjustment layer Level, umumnya saya mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.

Untuk menjaga konsistensi tonal warna, saya kopi settingan Level yang saya buat pada satu foto ke foto lain. Trik ini lumayan menghemat waktu, hehehe! Cara ini umumnya manjur diaplikasikan pada foto-foto yang diambil secara beruntun (burst) di mana variasi pencahayaan dan subjeknya tidak berbeda jauh.

Untuk pertandingan yang berbeda atau sekuens gerakan yang berbeda dari satu pertandingan yang sama, biasanya saya tetap harus menggeser ulang slider Level nya setelah dikopi. Namun cara ini masih lebih efisien ketimbang harus menggeser slidernya dari awal lagi.

 

 

Penutup

Laga IBC benar-benar seru dan berkelas. Saya pun menikmati jalannya pertandingan meskipun mata saya berada di balik kamera.

Foto-foto dari pertandingan sebelum pertandingan utama ini dapat dilihat pada album foto IBC Unlocked di laman Facebook saya.

Categories

Tags

Like
View Bigger
Like
View Bigger
Like
View Bigger
Like
View Bigger
Like
View Bigger
Story Details Details Like 5

Share it on your social network:

Or you can just copy and share this url
Related Posts