tunggu sebentar ya kk...
Bekasi

Linda & Hartono Pre Wedding

Pada tanggal 01 Agustus 2015, Nidalap Photography berkesempatan melakukan sesi foto pre wedding dari calon pengantin (capeng) Linda dan Hartono. Konsep yang diusung terbilang unik, yaitu Black Mafia. Selain konsep utama tersebut, ada juga dua konsep lain yang disiapkan yaitu Elegant in Red dan Tema Musik.

Capeng Linda dan Hartono tampaknya benar-benar total dalam mempersiapkan diri untuk sesi foto pre wedding mereka. Semua properti dan wardrobe yang diperlukan mereka persiapkan dari jauh-jauh hari. Bahkan seminggu sebelumnya mereka menyempatkan diri untuk survei ke lokasi pemotretan untuk mendapatkan gambaran situasi pemotretan. Hal yang patut diapresiasi. Salute!

Lokasi pemotretan dilakukan di sebuah tanah lapang dekat Grand Wisata, Tambun, Bekasi. Jaraknya hanya sekitar 1 KM dari pintu tol Tambun. Lokasi ini biasanya digunakan sebagai trek motocross oleh warga setempat pada sore hari.

Pemotretan dimulai sekitar pukul 8 pagi dengan tema utama Black Mafia. Tanah gersang nan tandus seyogyanya tak lazim digunakan untuk pemotretan pre wedding. Namun lokasi ini sangat mendukung untuk tema utama tersebut.

Cuaca yang sangat terik umumnya dapat melunturkan riasan capeng wanita. Namun beruntungnya capeng menggunakan jasa riasan profesional dari Sanggar Kamala Putri. Panas sedemikian terik tetap tidak membuat riasan luntur sedikit pun.

Postur tubuh mas “Big” Hartono yang besar bersanding dengan mba Linda yang berpostur mungil terlihat cukup kontras. Seringkali ketika berpose memegang senjata, mas Hartono kebagian yang memegang senapan laras panjang, sedangkan mba Linda memegang senapan laras pendek yang lebih ringan. Namun saya iseng mencoba bagaimana seandainya jika senjatanya ditukar. Well, ternyata hasilnya lumayan menarik juga. Jadi kesannya kedua tokoh di dalam foto relatif berimbang dominasinya.

Pemotretan tema Black Mafia memakan waktu hingga tengah hari. Kami pun beristirahat selama 1,5 jam untuk makan siang di restoran yang ada tak jauh dari lokasi pemotretan. Capeng memanfaatkan waktu istirahat ini untuk berganti kostum.

Sesi pemotretan selanjutnya ialah tema Elegant in Red. Setting tempatnya berada di padang ilalang yang tak jauh dari lokasi pertama. Namun sebelum kembali menuju lokasi pemotretan, saya menyempatkan diri untuk mengambil 1-2 foto pre wedding kutu (foto pre wedding di mana capengnya terlihat sangat kecil di foto) yang tekniknya sering saya lihat digunakan oleh The Uppermost di sekitar lokasi istirahat.

Saya perhatikan untuk membuat foto pre wedding kutu yang sukses, diperlukan perhatian mendalam terhadap aspek komposisi foto. Tujuannya supaya setiap orang yang melihat foto tersebut akan selalu menyadari bahwa pada foto tersebut ternyata ada orangnya.

Saya memanfaatkan kontras warna kostum merah capeng dengan background pepohonan hijau dan leading line dari pagar beton pembatas area pepohonan dengan sungai. Pada tahap olah digital, saya tambahkan sebuah point of interest semu berupa siluet dua orang yang sedang melihat sesuatu di bawah. Hal ini menciptakan ilusi seolah-olah ada dua raksasa sedang melihat sesuatu di bawahnya, dalam hal ini capeng yang difoto secara kutu.

Menjelang sore, mulai terlihat warga sekitar bermain motocross di dekat lokasi pemotretan. Debu tanah berterbangan ke mana-mana, membuat peralatan foto menjadi agak kotor. Namun cahaya menjadi sangat bagus pada waktu tersebut. Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengambil foto-foto siluet. Nantinya siluet-siluet tersebut saya kombinasikan dengan foto lain untuk membuat foto double exposure.

Dari sekian banyak kombinasi yang saya coba di tahap olah digital, ada satu kombinasi menarik yang saya suka. Hasilnya mirip sketsa (foto ke-3 di sebelah). Ditambah teknik toning yang saya pelajari dari workshop The Mood beberapa bulan lalu, membuat nuansa fotonya lebih dramatis.

Sekitar jam 5 sore, capeng pun berganti kostum untuk tema terakhir, musik. Tak lama, hari pun dengan cepat berubah menjadi gelap. Apa yang kami lakukan? Saatnya bermain dengan cahaya api menggunakan steel wool tentunya! Ini kedua kalinya saya mencoba memotret dengan steel wool setelah hampir 2 tahun lalu mencobanya untuk pertama kali.

Tantangan ketika memotret foto steel wool yang pertama ialah mendapatkan fokus dan meraba-raba tombol kamera dalam kondisi cahaya yang sangat minim. Untungnya saya selalu membawa senter LED Nitecore dengan kekuatan hingga 960 lumen sehingga isu ini dengan mudah dapat diatasi.

Tantangan berikutnya ialah mendapatkan foto yang tidak berbayang/blur. Karena pada saat pemotretan ada beberapa teman lain yang ikut memotret sehingga mereka yang eksposurnya paling lama kemungkinan akan mendapatkan foto yang over exposed dan/atau blur karena flash yang ditembakan dari yang lain. Namun dengan relatif banyaknya kesempatan, ada 1-2 foto yang relatif lumayan saya dapatkan.

Pemotretan pun diakhiri setelah waktu menunjukkan pukul 8 malam dan bulu kuduk kami mulai merinding. Semoga saja itu hanya angin malam.

Foto selengkapnya bisa dilihat di halaman Facebook Nidalap Photography.

 

Share it on your social network:

Or you can just copy and share this url
Postingan Terkait