tunggu sebentar ya kk...
search

Macro and Product Photography Workshop

Focus Expo hari pertama telah usai. Saya berkesempatan mengikuti beberapa workshop yang diadakan di sana, antara lain:

  1. Workshop Fotografi Makro dan Produk oleh mas Wiro Sableng (username di FB nya, bukan nama sebenarnya) dan mas Robert Fly dari komunitas Belajar Motret (Bemo)
  2. Workshop Videography oleh mas Andi Januar dari komunitas Bemo
  3. Workshop Melukis Cahaya dari komunitas I Light This

Melalui postingan ini, saya akan membagikan isi materi yang saya dapatkan dari workshop yang saya ikuti kemarin. Di post ini yang akan saya bahas hanya materi dari workshop Fotografi Makro dan Produk oleh komunitas Belajar Motret (Bemo).

Bagi yang mau melihat jadwal acara Focus Expo 2015 silakan klik di sini.

Fotografi Makro dan Produk

Fotografi makro merupakan jenis fotografi yang bertujuan memperlihatkan detail suatu objek. Seringkali fotografi makro diambil dalam jarak sangat dekat sehingga hanya bagian tertentu yang dinilai menarik dari objek lah yang ditampilkan.

Fotografi makro dibagi menjadi dua jenis kategori: alami dan konseptual. Perbedaan mendasarnya terletak pada ada atau tidaknya perlakuan yang dilakukan fotografer pada objek.

Peralatan penunjang fotografi makro yang esensial ialah lensa makro 1:1 atau rasio yang lebih baik dan tripod yang benar-benar stabil. Rasio 1:1 berarti objek sepanjang 1 cm akan menjadi gambar sepanjang 1 cm pada sensor kamera. Rasio 1:2 berarti objek sepanjang 1 cm akan menjadi gambar sepanjang 2 cm pada sensor kamera. Semakin besar rasio lensa makro nya, semakin baik detil yang dapat ditampilkan. Karena objek yang difoto relatif kecil, maka gerakan kecil yang bahkan tidak kasat mata bisa jadi sangat jelas terlihat pada hasil foto. Tripod yang benar-benar stabil sangat disarankan. Penggunaan tripod tanpa ballhead juga lebih disarankan atau jika ada ballhead, gunakan yang berkualitas.

Peralatan lain untuk menunjang fotografi makro antara lain shutter release, diopter atau filter close up, reversed ring dan reversed ring coupler, extension tube, teleconverter, focusing rail, dan stacking software.

Pencahayaan fotografi makro bisa menggunakan:

  1. Cahaya yang tersedia dari alam
  2. Flash internal kamera
  3. Flash external atau tambahan, umumnya Ring Flash
  4. Remote Flash
  5. Light Tent

Karena ruang tajam yang relatif sangat sempit, fotografi makro seringkali menggunakan teknik menumpuk (stacking) foto untuk memperbesar ruang tajam pada saat post processing. Untuk memproduksi hasil tumpukan foto yang baik, objek foto harus relatif diam. Teknik ini seringkali digunakan pada fotografi produk untuk menghasilkan ruang tajam yang relatif besar dari objek produk yang difoto.

Tantangan utama fotografi makro ialah pada objek bergerak, misalnya hewan. Hal ini akan menyulitkan fotografer mengambil gambar yang tajam dari objek bergerak tersebut. Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang bisa digunakan:

  1. Masukkan hewan ke dalam freezer untuk beberapa saat. Suhu rendah akan memperlambat metabolisme hewan dan membuatnya tidak banyak bergerak. Cara ini umumnya dilakukan pada hewan lalat. Kekurangan cara ini  adalah timbulnya isu penyiksaan binatang yang berpotensi menimbulkan protes dari para penyayang binatang.
  2. Tunggu ketika hewan tersebut tidur atau makan. Beberapa hewan akan sangat diam ketika sedang makan, seperti laba-laba.
  3. Gunakan hewan yang sudah mati atau baru saja mati atau yang dimatikan.
  4. Pelajari perilaku hewan yang akan dijadikan objek foto. Hewan seperti serangga, ketika terbang meraka bergerak dalam pola tertentu. Kita bisa menyesuaikan waktu pengambilan foto dengan saat ketika mereka berada pada fase yang relatif diam dalam pola terbangnya.

Sekian isi materi yang saya dapatkan dari workshop fotografi makro dan produk. Semoga bermanfaat.

Categories

Tags

Share it on your social network:

Or you can just copy and share this url
Related Posts