tunggu sebentar ya kk...
search
Jakarta

Rounin Fightware Photosession

Beberapa waktu lalu, head coach dojo Warrior, Max Metino, menghubungi saya. Beliau bersama Rounin Fightware berencana melakukan sesi pemotretan untuk produk terbaru mereka dengan Max sebagai modelnya.

Rounin Fightware merupakan salah satu produsen fight gear lokal ternama yang memiliki visi untuk menjadi produsen fight gear kelas dunia. Tentunya untuk mencapai visi tersebut diperlukan foto produk dengan kualitas visual yang profesional.

 

 

Tahap Persiapan

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Produk udah ada, profile modelnya udah keren, gear saya cukup memadai, make up artist tidak diperlukan, hair stylist apalagi.. ^^!

Tinggal mencari studio dengan lighting yang mumpuni. Pilihannya mudah saja: studio Kenny Li di Pasar Baru. Lighting nya pakai Profoto cuy!

Setelah lokasi studio ditentukan, saya harusnya membawa hanya peralatan esensial, yaitu kamera dan lensa. Tapi saya malah bawa reflektor dan tripod juga. Saya lupa kalau studio Kenny ini perlengkapan fotografinya lebih komplit dibandingkan studio satunya lagi.

Seperti biasa saya datang sejam lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Tapi kali ini bukan untuk mempersiapkan lighting, melainkan untuk main tenis meja melawan Kenny si pemilik studio. :p

 

Tahap Pemotretan

Pencahayaan diatur menggunakan dua buah lampu utama (Profoto D1 500 Air) dari sisi kiri dan kanan dengan modifier stripbox vertikal yang diarahkan secara diagonal ke latar belakang. Jadi lampu di sisi kiri ditembakkan ke sisi kanan latar belakang dan sebaliknya, lampu di sisi kanan ditembakkan ke sisi kiri latar belakang.

Model diposisikan di tengah-tengah di mana cahaya dari kedua lampu utama bertemu. Untuk latar belakangnya saya menggunakan latar berwarna hitam berbahan beludru (velvet).

Efek pencahayaan dramatis diperoleh dengan memajukan atau memundurkan model dari posisi tengah tersebut sehingga ada bagian dari tubuh model yang tidak terkena cahaya.

Karena ini pada dasarnya foto produk, maka jika produknya tidak cukup terkena cahaya pada pose tertentu, saya gunakan sumber cahaya tambahan (Profoto B1 500 Air TTL) yang dicorongkan (snoot) ke arah produk.

Pose utamanya diatur oleh pemilik Rounin Fightware. Saya hanya memodifikasi gestur dan ekspresi sang model saja, dibantu oleh seorang teman dojo yang juga seorang hobbyist, Samuel Filbert.

Settingan kamera saya atur di mode Manual pada kecepatan rana 1/125 detik, bukaan diafragma F/5.6, dan ISO 200. Lightmeter digunakan untuk mengukur kekuatan cahaya dari lampu utama lalu selanjutnya kekuatan lampu diatur supaya sesuai dengan settingan kamera.

Tantangan dalam pemotretan ini ialah menjaga detail produk agar tetap terlihat. Karena produknya rata-rata berwarna hitam dan latar belakang juga berwarna hitam, maka kemungkinan produk akan terlihat saru dengan latar belakang.

Di sini lah fungsi pencahayaan samping berperan untuk ‘memisahkan’ produk dari latar belakang. Pada beberapa pose, produk diposisikan di depan tubuh model untuk tujuan yang sama.

 

Tahap Olah Digital

 

Pada dasarnya hasil foto dari kamera sudah cukup baik berkat pencahayaan yang berkualitas. Saya awalnya sulit memutuskan olah digital apa saja yang perlu dilakukan. Setelah mendapatkan inspirasi, saya memutuskan untuk melakukan olah digital berikut:

  1. Toning warna kulit
  2. Cropping
  3. Dodging & Burning
  4. Sharpening

Untuk proses pengubahan tonal warna kulit, saya menggunakan kombinasi beberapa jenis adjustment layer dan blending mode sampai didapatkan tonal warna yang saya inginkan. Selanjutnya, untuk menjaga konsistensi tonal warna pada foto yang berbeda, saya kelompokkan semua adjustment layers yang digunakan untuk mengubah tonal dan saya kopi ke foto lain dengan menggunakan move tool.

Beberapa foto saya cropping ke rasio cinematic 16:9 tapi ada juga yang saya biarkan apa adanya. Ketika melakukan cropping, saya berpatokan pada grid view golden ratio.

Untuk membuat foto terlihat lebih dinamis, saya melakukan dodging dan burning pada beberapa area foto. Pada dasarnya teknik ini digunakan untuk meningkatkan kontras pada area tertentu di foto dengan cara menggelapkan lagi bagian yang gelap dan menerangkan lagi bagian yang terang.

Terakhir, foto saya tajamkan sedikit pada area foto yang perlu penajaman dengan metode high pass dengan layer mask. Nilai yang saya gunakan pada seluruh foto ialah 1 pixel. Jika saya perlu penajaman yang minimal, saya gunakan blending mode soft light. Jika saya perlu penajaman standar, saya gunakan blending mode overlay. Jika saya perlu penajaman maksimal, saya gunakan blending mode linear light. Blending mode yang terakhir paling jarang saya gunakan.

 

Details

ModelMax Metino
WardrobeRounin Fightware
LightingProfoto
AssistantsSamuel Filbert & Kenny Li

Categories

Tags

Like 2
View Bigger
Like 1
View Bigger
Like 1
View Bigger
Like 1
View Bigger
Like
View Bigger
Story Details Details Like 8

Share it on your social network:

Or you can just copy and share this url
Related Posts