tunggu sebentar ya kk...

SBN Financial Institution Meetup

Pertemuan para praktisi jasa keuangan bank dan non-bank, bahkan anggota OJK yang berasal dari alumni SMANDEL (SMA Negeri 8) Jakarta di Burger King Djakarta Theatre pada Selasa malam tanggal 15 Mei 2018. Mayoritas yang hadir adalah alumni angkatan yang lulus SMA pada tahun 1996. Adapun notable peserta meetup ini antara lain:

  • Bily Arkan – VP Retail Collection & Recovery Group East Indonesia Bank Mandiri
  • Lutfi Alkatiri – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Dwi Zulkarnain – Pemimpin Cabang Bank Sulselbar
  • Indra Prakoso – Co Founder Indonesia Financial Advisor Community
  • dan alumni hebat smandel lainnya

Pada pertemuan ini dibahas dua hal utama, yaitu:

  1. pembentukan grup diskusi SBN Financial Institution untuk mengakomodir peluang-peluang bisnis terkait jasa keuangan, baik bank maupun non bank.
  2. Rencana kegiatan rutin bidang Financial Institution, yaitu event SBN Talk mengenai industri jasa keuangan.

Pada kesempatan ini saya juga mengutarakan sebuah ide solusi bisnis untuk mengatasi masalah kredit motor menggunakan fasilitas kredit tanpa agunan dari perbankan. Tujuan utamanya adalah untuk meringankan beban bunga kredit yang harus dibayar oleh konsumen kredit sepeda motor dibandingkan jika harus kredit melalui leasing. Sebagai perbandingan, misalnya baru-baru ini saya membandingkan kredit sepeda motor honda vario senilai 18,5 juga via leasing dan kta ready credit citibank untuk jangka waktu cicilan 1 tahun. Ternyata ada perbedaan total biaya bunga sebesar 2,5 juta rupiah atau setara 200 ribu rupiah per bulan.

Setelah diutarakan, banyak masukan yang saya terima sehingga pendekatan solusi untuk masalah tersebut tampaknya harus dimodifikasi. Misalnya saja, bagi sebuah bank untuk mengeluarkan produk baru, perlu melalui izin OJK. Effortnya relatif besar dan mereka perlu tau seberapa besar potensi market yang bisa diraih dengan mengeluarkan produk baru tersebut. Ini berkaitan dengan risk appetite tiap bank ataupun institusi jasa keuangan lain. Ada masukan dari pak Dwi untuk mendelegasikan penjualan produk KTA ke Koperasi SBN sehingga Koperasi SBN lah yang akan menawarkan produk KTA tersebut kepada anggotanya dan pihak bank hanya berurusan dengan satu lembaga saja yaitu koperasi SBN nya. Hal ini memudahkan implementasi solusi bisnis yang saya utarakan karena bank tidak perlu menelurkan produk baru, melainkan hanya melakukan diversifikasi channel penjualan produk yang sudah ada.

Share it on your social network:

Or you can just copy and share this url
Postingan Terkait